Thursday, October 25, 2007

UNDANGAN REUNI AKBAR ALUMNI SMA NEGERI 2 BANDUNG

YTH. ALUMNI SMAN 2 BANDUNG,

Dengan hormat,

Pengurus IKA SMAN 2 Bandung dengan ini mengundang seluruh angkatan Alumni SMAN 2 Bandung untuk menghadiri REUNI AKBAR ALUMNI SMA NEGERI 2 BANDUNG, yang insya Allah akan diselenggarakan pada :

Hari / tanggal : 27 & 28 Oktober 2007

Waktu : Pkl. 19.00 - Selesai (27 Oktober)
Pkl. 10.00 - Selesai (28 Oktober)


Tempat : Kampus SMAN 2 Bandung
Jl. Cihampelas 173 Bandung



Acara :


Hari Sabtu, tgl. 27 Okt 2007

19.00 - 20.00 Registrasi Alumni
20.00 - 20.30 Wachdah Band
20.30 - 20.45 Pembukaan ( Ir. Dedi Oyot '71)
Sambutan-sambutan dari :
1. Ketua Reuni Akbar SMAN2 Bdg 2007: drg. Chandradewi Rachmadi '67
2. Ketua IKA SMAN2 Bandung: Ir. Djanaka A.Djatnika '68
3. Ketua Dewan Penasihat IKA SMAN2 Bdg: Bpk. Agum Gumelar
20.45 - 21.15 Penampilan dari Pom-pom boys
21.15 - 22.15 Grasshopper Band / alumni
22.15 - 23.15 Prea Ex Disco (Bebeh '74)
23.15 - selesai Wachdah Band / acara bebas

Hari Minggu, tgl. 28 Okt 2007

10.00 - 10.30 Registrasi Alumni / The Most Band
10.30 - 10.50 Pembukaan oleh Mc/koord acara
Pembacaan Doa
Hymne & Mars SMAN2 Bandung dipimpin oleh Bpk Wing

Sambutan - sambutan :
1. Ketua Pan. Reuni Akbar 2007
2. Ketua IKA SMAN2 Bandung
3. Kepala Sekolah
4. Perwakilan Alumni SMAN2 Bdg Bpk. Agum Gumelar
10.50 - 11.00 Penyerahan sumbangan/bea siswa disampaikan oleh Ketua Bid Bea Siswa (Ibu Rani Razak '80) diserahkan oleh Ibu Yani Panigoro '69
11.00 - 11.30 Persembahan dari alumni per angkatan
11.30 - 11.45 Permainan KIM / penarikan doorprize
11.50 - 12.20 Persembahan dari alumni per angkatan
12.20 - 12.30 Jack & Sally Band (Eri '80)
12.30 - 12.40 The Big band Jazz (Siswa SMAN2 Bdg)
12.40 - 12.55 Permainan KIM II
12.55 - 14.10 Hiburan Electone/artis alumni
14.10 - 14.25 Permainan KIM III (Hadiah Utama)
14.25 - selesai The Most Band .....Bebas.. ..

Demikian undangan disampaikan untuk dapat disebar luaskan kepada seluruh Alumni SMAN 2 Bandung, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Wassalam,
SEKJEN IKA SMAN 2 BANDUNG

Drs. H. Arief A. Soedjono, MBA '80

Friday, October 19, 2007

[ngomel] M = Menyebalkan, Memuakkan, Membuatkesal, apa lagi?!!

Sebelumnya, Mohon Maaf Lahir Batin...
Selamat merayakan kemenangan di Hari Raya Idul Fitri bagi yang merayakannya...

Sori, sekalinya posting malah posting ngomel-ngomel...
Masih inget, cerita saya yang ini???

Bagaimana akhir dari cerita tersebut?

Gini ceritanya...
Sehubungan dengan diadakannya Reuni Akbar Alumni SMA Negeri 2 Bandung pada tanggal 27-28 Oktober 2007 mendatang, salah seorang alumni berinisiatif buat bikin kaos seragam. Nah, kebetulan, beliau meminta bantuan saya dan tante maria yang keren ituh untuk menjadi bendahara. Maksudnya, sih, supaya temen-temen alumni yang pengen beli kaos, dipersilakan buat transfer ke rekening saya atau ke rekening tante maria yang keren ituh.

Akibat saya sudah terlalu malas buat berhubungan lagi dengan CS Bank M itu, saya tidak bisa menggunakan fasilitas internet banking yang padahal pada saat tersebut, sesungguhnya saya betul-betul perlu, minimal buat ngecek, siapa aja yang sudah transfer. Jadi, ga perlu susah-susah ngantri di CS buat rajin minta rekening koran. Karena, tiap hari kan harus cross check sama yang punya hajat juga.

Akhirnya, saya mengalah dan menelepon ke 14000 (call M). Saya ceritain semua kronologisnya. Dan, dia sendiri ngecek, bahwa memang saya sudah terdaftar di internet banking pada bulan Juni, via ATM. So, sungguh jelas sekali, bahwa pada saat saya mendaftar dua kali di CS cabang Martadimana itu ternyata ga terinput!!! Pantesan aja ga pernah dapat email!!!

Ya sudah, akhirnya, saya nanya, gimana, nih, kelanjutannya? Si mbak CS yang nerima telpon saya tersebut bilang ke saya untuk telpon aja ke cabang aja. Ga lama, saya telpon ke cabang untuk komplen. Si mbak CS yang di cabang itu bilang mau mereset akun internet banking saya. Silakan dicoba dalam 24 jam ke depan.

Besoknya, saya cobain lagi dan masih ga bisa. Akhirnya, berhubung saya udah kesel, saya langsung berangkat ke cabang dengan dua tujuan. Komplen dan minta rekening koran. Beruntunglah, pada saat tersebut saya dipertemukan dengan seorang CS bernama Rani, yang rupanya alumni SMA saya juga (beda sekian tahun angkatan di atas saya) yang bener-bener sabar melayani saya. Dia sendiri mempersilakan saya buat mencoba sendiri internet banking pake komputernya. Saya tunjukkin sama beliau, bahwa memang ga bisa.

Akhirnya, dicapai kesepakatan untuk menghapusnya saja, sehingga saya bisa daftar ulang lagi via ATM. Tapi, tentu saja, untuk menghapusnya, saya harus menelepon lagi ke 14000 (call M).

Balik dari cabang, saya langsung telpon ke 14000 (call M) untuk menghapus akun internet banking saya. Saya pengen daftar ulang lagi aja, deh! Dan, ternyata diperlukan waktu antara 2 x 24 jam sampai 3 x 24 jam untuk bisa daftar ulang. Hhhhh... lama juga, yah!!!!!

Ya sudah, saya tunggu sampai tiga hari kemudian, dan akhirnya saya ke ATM untuk registrasi ulang internet banking dan akhirnya... berhasilll!!! Meski sayang sekali, saya belum bisa mendapatkan token, karena stok di seluruh Bandung habis!!!! Jadi, untuk internet banking tersebut, saya hanya bisa cek saldo saja. Only cek saldo, ga bisa transaksi.

Nah, apa yang membuat saya mengomel selanjutnya???

Sudah tiga hari belakangan ini saya mau bayar Telkom Speedy. Soalnya, jatuh temponya tanggal 20 Oktober 2007, dan seperti biasa, saya baru terima tagihan menjelang libur. Bulan-bulan sebelumnya, jatuh tempo setiap tanggal 20, tagihan baru saya terima tanggal 19. Paling cepet tanggal 18. Suck, huh?!

Saya teringat akan fasilitas sms banking yang sudah ada di genggaman tangan saya. Di mana pada beberapa waktu sebelumnya, bisa saya gunakan untuk bayar kartu kredit. Saya pikir, mungkin bisa saya manfaatkan buat bayar Speedy juga. Ternyata, transaksi ditolak dengan alasan saya salah memasukkan nomor. Saya ga ngerti nomor apa lagi yang harus saya masukkan, secara saya sudah mengikuti panduan dari buku SMS banking tersebut. Ya sudahlah, mungkin nanti saya mesti nanya lagi sama CS nya.

Karena ga berhasil bayar via sms banking, saya coba bayar via ATM. Muncul pesan, MAAF UNTUK SEMENTARA ATM INI TIDAK DAPAT MELAYANI TRANSAKSI INI. Pesan ini muncul di beberapa mesin ATM yang saya datangi. Tentu saja di tempat yang berbeda-beda.

Terus terang, libur panjang seperti ini menyusahkan juga, ya. Padahal, saya sudah mulai kerja dari hari Selasa, 16 Oktober 2007 lalu.

Hari ini, saya dan kakang mencoba untuk mendatangi Bank M cabang Surapati. Di samping gedung besarnya, ada loket kecil untuk pembayaran listrik dan telepon. Saya mencoba bertanya pada satpam, katanya untuk bayar yang berhubungan dengan Telkom, di loket pembayaran telepon aja. Waktu saya datangi, ternyata kosong, ga ada petugasnya. Yang ada cuma petugas yang melayani pembayaran listrik. Lagian, di loket pembayaran telepon itu ga ada keterangan bisa bayar Speedy apa nggak.

Saya mencoba masuk ke gedung utama menuju teller. Setelah ngantri panjang dan lama, saya ditolak sama tellernya dengan alasan buat bayar Telkom di loket yang di luar.
"Mas, kalo di sana ada orangnya, saya ga akan ke sini!!!"
"Ada, kok, Bu."
"Aduh, please, deh, Mas, saya tuh udah dari sana. Yang ada orangnya cuma di loket pembayaran listrik!"
"Pokoknya di sana aja, Bu!"
"Huh!!!"

Saya ngeloyor keluar dan waktu pak Satpam di luar mau menyapa saya dengan ucapan "terima kasih", saya malah ngomel dengan kata "menyebalkan-sekali-sih-pelayanan-di-sini!!!" ke kakang. Saya bersumpah, ga akan lagi mendatangi tempat itu!!!

Biar urusannya cepet beres, akhirnya saya minta anter kakang untuk ke cabang Setiabudhi aja. Di sekitar kami, yang buka cuma dua cabang. Cabang Surapati dan cabang Setiabudhi. Dan akhirnya, kami pun meluncur ke sana. Di tengah perjalanan, kami ketemu sama kantor Telkom cabang Setiabudhi. Kakang mengusulkan untuk bayar di situ aja. Yo wis, kami akhirnya masuk ke situ. But, you know what?! Waktu ambil nomor antrian, saya kebagian nomer 100, sementara yang dipanggil baru nomor 47!!! Itu pun hanya ada satu meja yang melayaninya!!! Bisa-bisa saya nggak kerja kalo gini caranya!

Akhirnya saya dan kakang memutuskan untuk ke Bank M cabang Setiabudhi. Sesampainya di sana.... masya Allah... ada manusia sedemikian banyaknya!!! Antrian mencapai pintu luar!!! Saya mencoba menengok ke dalam, sampai disapa sama pak Satpamnya.
"Pagi, Bu.... Ada yang bisa saya bantu?"
"Pagi, Pak... iya, nih, saya mau bayar Telkom Speedy... tapi ngantri kek gini, males juga ya, Pak... soalnya, saya cuma izin sebentar dari kantor, nih...."
"Memangnya kalo ke teller, bisa, Bu?"
"Selama ini, saya bayarnya ke teller di M cabang Setrasari Mall, pak..."
"Oh, gitu, ya, Bu....Biar lebih mudah, ibu bisa bayar pake ATM aja. Ibu punya ATM-nya, kan?"
"Hmmm...., begitu, ya, Pak? Sebetulnya, saya sudah beberapa hari ini mencoba bayar via ATM bahkan sampai sms banking, ga pernah bisa."
"Kalo begitu, coba saja hari ini..."
"Baru saja sudah saya coba lagi, Pak. Baik via sms banking maupun ATM, ga bisa, Pak. Saya ga bisa transaksi via internet banking, gara-gara token-nya ga juga belum saya dapat. Kan, persediaan token lagi kosong di seluruh cabang di Bandung, bukan?"
"Oh, begitu, ya, Bu?"
"Iya, Pak.. dan satu hal lagi, saya ga akan sekesal ini, kalo belum mencoba semua cara, Pak... Kalo gitu, sudahlah. Saya balik ke kantor aja... Ma kasih, ya, Pak...."
Saya dan kakang memutuskan balik ke kantor aja. Di perjalanan, kami mampir dulu ke kantor Telkom buat ngembaliin nomor yang sudah terlanjur kami ambil tadi.

Kakang nanya,"jadinya kita bayar hari Senin aja, nih?"
"Iya, lah! Kita bayarnya ke cabang Setrasari Mall aja, seperti biasa. Denda denda, deh!! Huh!! Menyebalkan sekali urusan hari ini!!!"


Untunglah, kakang masih libur sampai hari ini. Kalo nggak, pasti betenya dobel.
Hhhh... kenapa, ya, nama bank tersebut dimulai dengan huruf M? Adakah hubungannya dengan Menyebalkan, Memuakkan, Membuatkesal??????

Thursday, August 23, 2007

[ilman] dokumentasi ilman usia 7 bulan

ini dokumentasi foto-foto ilman umur 7 bulan.....
sekarang ilman udah pinter...
udah bisa tepuk tangan, udah bisa nyanyi-nyanyi dan menjawab pertanyaan kalo ditelpon bunda, udah pinter memberontak kalo lagi dipakein baju atau celana, udah bisa bangunin bunda, udah bisa "marahin" om nya kalo om nya kurang ajar sama eyangnya, bubblingnya udah tambah sering, seru, deh, pokoknya!
cuma, ilman belum bisa duduk tegak, tapi dia maksa-maksa mau berdiri, nih...jadi bingung juga....







Tuesday, August 07, 2007

[memutuskan] untuk tidak lagi membenci mantan pacar (hahahahahaha)


hari minggu malem, aku nelpon paypay. iseng aja, just checking, secara sudah lama ga denger kabar2 tentang dia. di sela2 obrolan, tiba2 paypay bilang,"pen, lu dah tau belum, ritta udah ngelahirin?" karena aku emang ga tau, aku bilang ga tau dan akan nelpon ritta.

cerita selanjutnya emang bisa ditebak, aku emang langsung telpon ritta ke hp nya. tapi, malah tersambung ke mailbox. ga kurang akal, aku telpon agus, suaminya.

dari sebrang sana:"assalaamu'alaikum"
aku: "wa'alaikum salaam. kak agus, ini peni."
agus: "iya..."
aku: "selamat, yaaa, katanya istrimu udah melahirkan?"
agus: (sok ga nyambung) "iya, aku udah lahir, tuuh... udah lama sekali... ada lah 30 tahun yang lalu....."
aku: "ih, suka sok ga nyambung, dweh!! istrimu sudah melahirkan, kaaannn???!!!"
agus: "oh, iya... istriku sudah melahirkan anak kedua kami..."
aku: "alhamdulillaah... selamat, yaaa... kapan, tuh? aku baru dapet kabar barusan, dari paypay..."
agus: "hari selasa lalu, tanggal 31 juli. bareng sama badai (bukan nama sebenarnya, FYI: mantan pacar aku), lho... sama2 ketemu di hermina..."

glek....cleb!!!!
kenapa agus harus nyebut nama badai???
*sebetulnya, agus ga tau atau pura2 ga pernah tau bahwa pernah ada sesuatu antara aku dengan si badai*
dan, kenapa juga aku harus merasa..... sebal ketika agus menyebut nama itu ke aku? it's been over! aku sama si badai kan udah ga ada apa2. aku udah punya kakang dan ilman.
langsung aku alihkan percakapan dengan mengatakan..."kok, aku ga dikabarin??? aku udah telpon ke hp istrimu, tapi mailbox!"
agus: "oh, mau ngomong sama istriku?"
dan akhirnya percakapan bersambung dengan ritta, yang alhamdulillaah banget.... ga pake nyebut2 nama si badai!

setelah percakapan berakhir, aku malah jadi kepikiran satu hal.
"kenapa aku harus menghabiskan waktu di sisa hidupku buat membenci si badai?"

oke...oke... bukan saya cinta mati sama si badai.. itu mah memori daun pisang..alias udah lama berlalu. yang bikin saya sepet atau sebal setiap kali mendengar namanya disebut itu cuma satu hal: kami putus nggak baik-baik. Gara-garanya: dia ketauan selingkuh!!!
so far, saya emang marah berat sama dia.

bahkan sampai akhirnya saya menikah dengan kakang juga, ternyata tidak membuat rasa benci sama dia berakhir begitu saja. kesel tau, dipecundangi! halah, bahasanya...

tapi, semalam, saya mikir yang bener-bener mikir (akhirnya). Saya akhirnya bikin sebuah keputusan yang waras: untuk tidak lagi membenci si badai.
karena, dengan membencinya, maka separuh hidup saya sebetulnya habis hanya untuk menghindari ketemu sama dia secara tidak sengaja; atau bahkan malah memikirkan dia. lho? tentu saja! karena, dengan membencinya, justru kita malah mencari-cari informasi seperti dia akan berada di mana hari apa dan menghindari tempat2 yang mungkin akan dia datangi.
capek, kan?

setelah diingat-ingat lagi.. walau dia emang ketauan selingkuh, toh, waktu aku putus sama dia, bukan dalam keadaan aku sudah dilamar sama dia. artinya, dia ga ninggalin aku secara tidak bertanggung jawab. so far, sebenernya ga perlu seberdarah-darah itu, kan? ada yang bahkan udah tinggal 2 minggu lagi mau married malah udahan bin putus. lebih berdarah-darah, kaaannn....

menyadari itu, daripada hidupku habis buat benci sama dia gara2 kesalahannya di masa lalu... mendingan aku bikin keputusan aja, deh! untuk ga benci badai lagi
sayang banget, mendingan waktu hidupku yang sempat kupake buat benci sama dia, aku pake untuk lebih memperhatikan ilman dan papanya, sebab mereka jauh lebih valuable buatku....


*thanks buat orang2 yang sudah memberiku inspirasi tentang menghabiskan waktu di sisa hidup kita*


note: gambar dapet dari google

Friday, April 27, 2007

KAPOK!!!!!

Gue emang bukan ahli di bidang perbahasaan. Gue termasuk book lovers, meski tingkat kecintaan gue ga parah2 amat. Ga semua buku gue lalap, tapi setidaknya gue suka baca buku. Gue juga suka nulis, meski tulisan-tulisan gue belum pernah gue sengaja memuatkannya ke media-media. Kenapa? Gak pede? Mungkin. Atau kadang gue males ngeprint dan mengirimkannya ke luar. Satu hal lagi, kadang gue males ngedit ulang tulisan-tulisan gue. Maksud "tulisan" di sini, ga termasuk blog, yah! "Tulisan" di sini maksudnya cerpen atau novel gitu, deh. Tapi, meski begitu, gue ga asing di dunia kepenulisan. Tulisan-tulisan gue dulu sering banget menghiasi buletin internal PAS.


Sampai suatu hari di tahun 2004, gue ditawarin buat ngedit sebuah buku. Bukan buku yang sedemikian dahsyat pentingnya, kok. Kumpulan cerita FLP Aceh. Tapi buku itu penting buat gue, karena itu buku pertama yang gue edit. Cuma, setelah gue ngedit buku itu, gue mendadak ilfil bahkan kapok buat ngedit buku lagi.

Waktu gue dapet job ngedit ini, ga pake surat tugas gitu, sih. Kenapa bisa begitu? Ceritanya ada seorang karyawan sebuah penerbitan yang juga seorang penulis terkenal di Bandung (sebut saja dia Mr.X), bertugas ngedit buku itu. Sebenernya itu bukan main job dia, dia cuma dimintain tolong, coz editor utama buku tersebut ga sanggup ngedit buku itu secara gawean dia seabrek. Setelah ada di tangan Mr.X, ternyata Mr.X ga sanggup ngerjain juga, secara dia sendiri lagi banyak tulisan yang mesti diselesaikan. Jadilah, si Mr.X minta tolong ke gue buat ngeditin buku tersebut dengan perjanjian pembayaran 70-30% dari jumlah fee yang akan dibayarkan (70% nya buat gue, 30%nya buat dia), plus nama gue bakal dicantumin sebagai editor. Selain itu, gue akan dikasih beberapa buku hasil editan gue tersebut. Waktu buat gue 2 hari aja, soalnya 3 hari lagi tulisan2 tersebut harus segera masuk lay outting.

Jadilah gue begadang, memicingkan mata selama 2 hari 2 malam, karena jujur aja, tata bahasa sebagian penulis tersebut (yang 70% penulis baru) lumayan acak-acakan dan sangat emosional, sehingga sulit buat dinikmati. Tugas editor kan, untuk membuat sebuah tulisan menjadi bisa dinikmati orang banyak?

Kelar kerjaan dalam 2 hari, gue segera menemui Mr.X buat menyerahkan kerjaan tersebut. Mr.X bilang, di penerbitan tersebut editor atau penulis baru dibayar setelah buku terbit. Oke, gue tungguin.

Oya, sebelumnya, gue sempet koar-koar ke beberapa temen gue *sekalian promosi juga* kalo buku editan gue bakal segera hadir. Gue kasih tau judulnya, dll.

Ada lah sekitar 2 apa 3 bulan setelah kerjaan gue ngedit kelar, gue di sms ama seseorang yang maniak buku. Dia sms, 'buku kumpulan cerita FLP Aceh udah keluar, tapi, kok, nama editornya bukan kamu?'

Ha? Serius?

Gue langsung cabut ke Gramedia, buat ngecek. Oh...lutut gue lemes. Semua cerita itu gue yang edit, tapi begitu gue lihat halaman yang ada nama editornya, ternyata nama editor semula (yang katanya ga sanggup ngerjain editan itu).
Even nama Mr.X pun ga ada (yang ini sih gue ga peduli, yang penting itu nama gue ga ada!!!).

Gue belum protes ke Mr.X. Gue masih mingkem. Sampai suatu hari, gue emang ada perlu ke Mrs.X, gue dateng ke rumahnya. Mrs.X itu istrinya Mr.X. Gue disambut pembokatnya. Pembokatnya ngasih beberapa titipan Mrs.X, karena Mrs.X buru-buru ke rumah sakit nganterin anaknya. Titipan-titipan itu emang udah gue minta sebelumnya ke Mrs.X. Begitu gue beranjak ninggalin rumah Mr.X, si pembokat buru-buru manggil gue. Ada titipan lagi. Duit 60 rebu, terdiri dari 50 rebu dan 10 rebu yang sudah sangat lecek.

"Apaan, nih, Bi?"
"Kata ibu, ini dari Bapak."
"Buat apa, ya?" --> sampai di sini gue masih ga ngerti.
"Neng tanyain aja sama ibu nanti, ya. Da saya mah cuma disuruh nyampein aja."
"Oke. Nuhun, ya, Bi..."
"Sami-sami..."

Gue sms Mrs.X soal duit itu. Dibales sama Mrs.X, katanya itu honor ngedit buku kumcer itu.

Haaaa????

Gue emang ga tau berapa jumlah persis yang diberikan 100%nya. Kalo 70% nya dapet 60rebu berarti total fee ngedit buku kumcer itu adalah 85rebu????
wow! jumlah yang SANGAT fantastis!!!

Rasanya gue adalah editor buku tersial saat itu:
1. honor 60rebu dengan uang lecek, tanpa amplop, even kuitansi yang harus gue tanda tangani sebagai bukti terima bahwa gue emang bener-bener editor buku tersebut
2. nama gue tidak tercantum di buku tersebut melainkan nama orang lain, padahal yang kerja gue!
3. ga ada permintaan maaf dari pihak manapun
4. dan, karena nama gue ga dicantumin, maka hak gue buat dapet buku hasil editan gue juga melayang

Argh! Layak, ga, sih, kalo gue ngerasa dimanfaatin atau ngerasa "dianiaya"? Huhuhuhu...
Emang, sih, itu kejadian udah 3 tahun yang lalu. Tapi, rasanya kalo sekarang-sekarang gue ditawarin lagi jadi editor dengan cara seperti itu....nggak, deh! KAPOK!!!!

tag

Nasib...Nasib...


10 April kemarin ulang taun papanya ilman. Mikir, ngadoin apa, ya...
sebenernya udah lama banget pengen pesen kue ke seseorang yang biasa bikin kue2 bagus, cuma karena papanya ilman ini baru aja pulang dari papua (yang tadinya ga jelas waktu pulangnya), gue trus mikir2 lagi kalo pesen kue ke seseorang itu. Soalnya, katanya kalo mau pesen setidaknya 3 hari sebelumnya.
Waktu itu, 3 hari sebelum 10 April itu, papanya ilman belum jelas bisa pulang atau nggak dari Papua. Batal, deh, pesen kue bagus. Hiks.
Tapi, trus, sehari sebelum 10 april itu, gue iseng2 tanya sama temen sekantor yang emang sering beli kue2 kayak gitu. Katanya depan Griya di jalan Sunda ada, tuh, toko kue yang lumayan enak trus halal pula. Ya udah, booking nova minta dianterin ke sana besoknya.

Besok paginya, si nova lupa, dia malah ngabur entah ke mana. Gue cuma ngucapin met ultah sama papanya ilman teng jam 00, 10 April. Gue rasa itu sangat garing pisan. Ga ada hadiah buat jadi surprise. Hiks.


Ga nyangka juga, sorenya, temen gue yang kasih rekomendasi toko kue yang di jalan Sunda itu, malah ngajak gue ke situ. Wah, kayak dapet nangka runtuh, gue iya in aja. Setelah gue beli, gue minta dikirim aja, biar gue ga usah susah payah bawa2 blackforest cantik itu. Sayangnya, ga ada kurir sore itu, baru bisa dikirim besoknya, 11 april. Ya sutralah, daripada ga kekirim sama sekali dan rencana buat kasih surprise batal sama sekali.


Nyampe rumah, gue berusaha nyembunyiin surprise itu (soalnya, kalo di depan hubby, gue orangnya rada2 bocor, euy...). Tapi, gue melakukan sebuah tindakan bodoh. Minta dia bawa kamera ke kantor besoknya. Suami gue yang ga gitu doyan mendokumentasi hal2 ga penting, kaget dan nanya,"buat apa?"
Buat apa coba? *pengen mentung diri sendiri*
Sambil nyengir, gue cuma jawab,"kali aja perlu."
Stupid question, stupid answer juga....

11 April 2007, 09.00
Telpon bunyi. Dari papanya ilman.

"Yap! Kenapa, Pa?"

"Kamu kirim kue?"

"Hehehe, iya.. Udah terima?"

"Iya"

"selamat ulang tahun, yaaa..."

"Iya. Dari mana ini?" ---> Ha??? Surprise kok nanya2....
"Ada, deh..Mau tau aja.."

"Oh, ya udah, deh, kalo gitu."
Klik! Telpon ditutup.
Hihihihi... dari sini, gue deg-degan pengen tau kelanjutan ceritanya kayak apa...


Gak lama, YM gue nyala.
BUZZ!!

gue : difoto, ga?
papa ilman: belum

papa ilman: da belum dipotong

gue :
kok belum dipotong?
gue :
tadi ke mana aja?
papa ilman: ke gedung lama

gue :
oooo
gue :
ada yang comment?
papa ilman: ga ada
papa ilman: di simpen di dapur

gue :

gue : kok disimpen di dapur?
gue :
kan bunda bilang bagi2 ama temen2 di project
papa ilman: bentar atuh

gue :

papa ilman: da lagi pada sibuk

gue :
oh
gue :
salah lagi, deh, bunda
gue :


lima belas menit kemudian

papa ilman: udah di potong

papa ilman: langsung abis

gue : papa kebagian?
papa ilman: pertama dong
gue :
difoto, gag?
gue :
pada komen?
papa ilman: udah

papa ilman: ngga

papa ilman: yang penting mah makan dan enak

papa ilman: ga perlu komen2

gue :
enak?
papa ilman: kurang

papa ilman: ya enak
papa ilman: ya kurang


gitu doang...hiks garing.... temen-temennya juga pada garing gitu.. ga ada basa basinya ngucapin met ultah, kek, apa kek... yang seru gitu... nasib..nasib... pengen kasih surprise, yang dikasih surprisenya lempeng-lempeng aja....

nb: gambar cuma ilustrasi doang, bukan black forest yang saya beli, yang ini mah mini blackforest dari RS Hermina tea

Wednesday, April 18, 2007

Jadi Ibu di Hari Ibu (bagian 3 - Tamat) hihiihi.. kesannya trilogi ^_^

sebelumnya bisa dilihat di bagian pertama lalu di bagian kedua

22.00

hape saya berbunyi. nomornya saya ga kenal. cewek. tapi orang tersebut mau bicara dengan fahmi.
berhubung saya lelah sekali, saya ga ambil pusing.

lalu, fahmi berdiri, bermaksud keluar.
"mau ke mana?"
"ke bawah, ke ruang bayi."
"ada apa?"
"ga tau, disuruh ke sana."
saya jadi mikir... jangan2 ini ada hubungannya dengan kenapa dia tidak pernah diantar ke kamar saya setelah 2 kali waktu menyusui berlalu.


23.00
fahmi balik ke ruangan saya.
"kenapa? anak kita kenapa?"
"...."
"kenapa?"
"...."
"kenapa???? jawab atuuuuuuuuuuuh!!!!"
"...dia harus diinfus..."

"kenapa dia harus diinfus???"
"karena dia ga mau dikasih susu..."
"ya kenapa juga dia ga dianterin ke sini? bayi2 lain pada dibawa ke ibunya, kok, anak kita nggak?"
aku ngelihat fahmi speechless. duh, ada apa, sih?!

"anak kita bukan di ruang bayi biasa. dia ada di perina. karena ada cairan di paru2 dan di lambungnya.
tadi itu dia puasa 12 jam. nah, setelah 12 jam, ternyata dia ga mau dikasih susu..."
"maksudnya di perina?"

"kayak icu gitu..."
what?!!!
"kenapa bisa ada cairan di paru2 ama di lambungnya?"
"dokternya bilang, karena dia ga melalui persalinan normal, jadi adaptasinya ga sedikit2."
ah, aku ga ngerti ama penjelasan ama fahmi. soalnya, bayi temenku yang dilahirkan secara c-sectio juga ga kenapa2.
baik2 aja. pasti ada yang aneh.
"udah, kamu bobok aja... kamu jangan banyak pikiran biar cepet sembuh. kasian anak kita kalo kamunya banyak pikiran..."


huhuhuhuhuhu.... kenapa sih, bayiku?????


minggu pagi, 08.00
ibu sama emak datang. bawa apel berikut piring dan pisau... hihihihi....
"bu, ari2nya udah terima? masih bagus, ga?" tanya saya.
soalnya, fahmi baru bawa ari2 hari sabtu. hari jumat ga ada yang inget buat bawa ari2 pulang.
"bagus, kok, mbak. ga bau. tapi...."
"kenapa, bu?"
"sisa tali pusernya kok pendek banget, ya? kira2 segini deh..."
ibu menggerakkan dua jari telunjuknya untuk menunjukkan ukuran sisa tali puser yang ada di ari2. kira2 10 cm.
"pendek amat?"
"mungkin itu, mbak, alasan kamu harus dicaesar. terbelit tali puser, pendek lagi tali pusernya...jadi dia ga bisa masuk ke panggul"
air mata saya kembali berlinang. saya membayangkan usaha bayi saya untuk berjuang mencapai rongga panggul. pastinya susah karena dia terbelit tali puser yang pendek.
dan itu juga menjawab keheranan saya, kenapa saya bukannya merasa mulas pada saat kontraksi, ya?
tapi, saya ingat, bahwa merasakan sesak nafas yang teramat sangat ketika perut mengeras. Apa itu kontraksi?
dan mungkin itu juga alasannya kenapa bayi saya menginap di perina...

minggu malem.
mulai belajar jalan. waddaaawwwwww... sakit banget, yaaa???
dari tempat tidur menuju kamar mandi aja butuh waktu setengah jam! padahal jaraknya cuma 4 meter!
berdiri duduk. jalan duduk. gitu terus. untung fahmi hampir 24 jam nemenin di RS, jadi ya dituntun fahmi.
alhamdulillaah, fahmi sabar banget ngadepin saya yang kayak gitu, juga anak yang lagi dirawat di perina.
dengan tabah dia motretin dan shoot beberapa adegan perilaku anak saya di ruang perina, khusus untuk diperlihatkan pada saya.

senin, 25 desember 2006
keluarga di garut menjemput saya di rumah sakit. saya berharap bisa ketemu bayi saya dan membawanya pulang.
tapi, waktu saya sudah sampai di perina, susternya bilang kalo ilman bilirubinnya 10.4 di batas kuning, jadi daripada kuning mendingan diterapi sinar aja.
so, saya dan keluarga dari garut juga dengan bapak ibu pulang tanpa ilman.
saya belajar menyusui secara langsung, setelah sebelumnya, asi yang didapat ilman adalah hasil pompaan.
tapi, ilman baru aja mimik... jadi dia merem aja, tidur. duh, saya merasa sangat frustasi....
malam itu, saya merasa gundah. rasanya, sakit bekas operasi sedemikian terasanya. tiba2 saya menangis, ga tau kenapa.
mungkin, harusnya saya sudah merasakan keberadaan ilman di rumah, tapi ilman masih di rumah sakit....

selasa, 26 desember 2006
fahmi telpon dari rs, katanya bilirubin ilman sudah 4,32. berarti ilman sudah boleh pulang! horeeee!!!
saya nunggu ilman di rumah. yang jemput ilman, fahmi, ibu dan bapak.
waktu denger suara taksi berhenti di depan rumah, jantung saya berdebar2 keras sekali.
horeeeeeeeeeeee!!! saya bisa sepuasnya memeluk dan menciumi anak saya sendiri!!!!
itulah pertama kalinya saya bener2 merasa jadi ibu.....

tamat

tapi cerita ga selesai sampai di sini.... hehehe